PENGANTAR PROFESI KEPERAWATAN

 PENGERTIAN PROFESI

  1. SCHEIN EH (1962) : SEKUMPULAN PEKERJAAN YANG MEMBANGUN SUATU NORMA YANG SANGAT KHUSUS YANG BERASAL DARI PERANNYA DI MASYARAKAT.
  2. HUGHES EC (1963)  : MENGETAHUI YANG LEBIH BAIK TENTANG SUATU HAL DARI ORANG LAIN SERTA MENGETAHUI LEBIH BAIK DARI KLIENNYA TENTANG APA YANG TERJADI PADA KLIENNYA.
  3. WILENSKY (1964) : SUATU PEKERJAAN YANG MEMBUTUHKAN BADAN ILMU (BODY OF KNOLEDGE) SEBAGAI DASAR UNTUK PENGEMBANGAN TEORI YANG SISTEMASTIS GUNA MENGHADAPI BANYAK TANTANGAN BARU, MEMERLUKAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN YANG CUKUP LAMA, SERTA MEMILIKI KODE ETIK DENGAN FOKUS UTAMA PELAYANAN

 PENGERTIAN BERDASAR KRITERIA

 ABRAHAM FLEXNER (1915) :

  1. ADANYA AKTIVITAS INTELEKTUAL.
  2. PEKERJAANNYA BERDASARKAN ILMU DAN BELAJAR UNTUK TUJUAN PRAKTEK DAN PELAYANAN.
  3. DAPAT DIAJARKAN.
  4. TERORGANISIR SECARA INTERNAL DAN ALTRUISTIK.

GREENWOOD E (1957) :

  1. ADANYA TEORI YANG SISTEMATIK,
  2. OTORITAS,
  3. WIBAWA,
  4. KODE ETIK DAN BUDAYA PROFESIONAL.

 HALL (1968) :

  1. MEMPEROLEH BADAN PENGETAHUAN DARI INSTITUSI PENDIDIKAN TINGGI.
  2. MENJADI PEKERJAN UTAMA.
  3. ADANYA ORGANISASI PROFESI
  4. TERDAPAT KODE ETIK.

MORE DAN ROSENBLUM (1970) :

  1. MEMILIKI TEORI YG SISTEMATIS.
  2. MEMPUNYAI OTORITAS
  3. WIBAWA DAN PRESTIGE.
  4. KODE ETIK.
  5. BUDAYA PROFESIONAL
  6. MENJADI SBR UTAMA DARI PENGHASILAN.

EDGAR SCHEIN (1974)

  1. PEKERJAAN SEUMUR HIDUP DAN MENJADIKAN PENGHASILAN UTAMA.
  2. MOTIVASI YANG KUAT ATAU PANGGILAN SBG LANDASAN DLM KARIR SERTA MEMP. KOMITMEN SEUMUR HIDUP DLM KARIRNYA
  3. KELOMPOK ILMU PENGETAHUAN SERTA ADANYA KETRAMPILAN KHUSUS YG DIPEROLEH
  4. PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERDASARKAN PRINSIP2 DAN TEORI YANG ADA
  5. BERORIENTASI PADA PELAYANAN SERTA MENGGUNAKAN KEAHLIAN DEMI KEBUTUHAN KHUSUS KLIEN
  6. PELAYANAN YANG DIBERIKAN PADA KLIEN BERDASAR PD KEBUTUHAN OBYEKTIF.
  7. MEMPUNYAI PERTIMBANGAN OTORITAS DALAM SEGALA TINDAKANNYA SERTA MENGETAHUI APA YANG LEBIH BAIK UNTUK KLIEN
  8. ADANYA PERKUMPULAN PROFESI
  9. STANDAR PENDIDIKAN
  10. ADANYA IZIN ATAU UJIAN MASUK DALAM JENJANG KARIER ATAU PROFESI
  11. ADANYA BATASAN DALAM PROFESI
  12. MEMPUNYAI STATUS DAN KEKUATAN DALAM BIDANG KEAHLIANNYA DAN PENGETAHUAN YANG TELAH DIANGGAP KHUSUS
  13. DALAM PELAYANAN TIDAK DIPERBOLEHKAN MENGADAKAN ADVERTENSI ATAU MENCARI KLIEN.

KARAKTERISTIK PROFESI

FLAHERTY MJ

  1. ADANYA PENDIDIKAN KHUSUS
  2. KODE ETIK
  3. PENGUASAAN KEAHLIAN / KETRAMPILAN
  4. KEANGGOTAAN DALAM PROFESI
  5. PERTANGGUNG JAWABAN TINDAKAN

MILLER

  1. BADAN PENGETAHUAN YANG DIPEROLEH DI UNIV. SERTA ORIENTASI PD ILMU PENGETAHUAN
  2. KOMPETENSI DG LAND. TEORITIK

SHORTRIDGE (1985)

  1. KODE ETIK
  2. ORIENTASI PADA PELAYANAN BERDSR ILMU PENGETAHUAN
  3. PENGUASAAN KEAHLIAN / KETRAMPILAN
  4. MEMPUNYAI OTONOMI DLM KEWENANGAN DAN TANGGUNG JAWAB DLM BID. KEPROFESIAN.

 HAKEKAT KEPERAWATAN

  1. SEBAGAI ILMU DAN SENI
  2. SEBAGAI PROFESI YG BERORIENTASI PD PELAYANAN.
  3. MEMPUNYAI TIGA SASARAN DLM PELAYANAN KEPERAWATAN :INDIVIDU, KLG, MASY
  4. PELAYANAN KEPERAWATAN MENCAKUP SELURUH RENTANG PELAYANAN KEPERAWATAN

 KEPERAWATAN SEBAGAI PROFESI

  1. PENDIDIKAN  BERKELANJUTAN
  2. MEMILIKI LANDASAN ILMU YANG JELAS
  3. ORIENTASI PADA PELAYANAN
  4. MEMILIKI OTONOMI DALAM KEWENANGAN DAN TANGGUNG JAWAB DALAM TINDAKANNYA
  5. MEMPUNYAI KODE ETIK DALAM BEKERJA.

PERKEMBANGAN KEPERAWATAN SEBAGAI PROFESI

 SEJARAH KEPERAWATAN DI DUNIA

  1. 1.       ZAMAN SEJAK MANUSIA DICIPTAKAN
  • SEJAK MANUSIA DICIPTAKAN SUDAH MEMPUNYAI NALURI UNTUK MERAWAT DIRINYA SENDIRI SEBAGAIMANA SEORANG IBU MERAWAT KELUARGA ATAUPUN ANAKNYA DENGAN HARAPAN DEMI PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN ANAKNYA BAIK (MOTHER INSTINCT).

2.     KEPERCAYAAN AKAN ADANYA ROH (ANIMISME).

  • MANUSIA PERCAYA BAHWA PENYAKIT DISEBABKAN OLEH PENGARUH ROH
  • PENGOBATAN DAN PERAWATAN DILAKUKAN DENGAN CARA MENGUSIR ROH TERSEBUT OLEH PARA DUKUN MELALUI MANTERA ATAU ALAT-ALAT DARI ALAM (AKAR-AKARAN, DAUN-DAUNAN).
  1. 2.       KEPERCAYAAN PADA DEWA-DEWA
  • KEPERCAYAAN TERHADAP DEWA-DEWA DIMANA PENYAKIT SEBAGAI KEMARAHAN PARA DEWA SEHINGGA KUIL-KUIL DIDIRIKAN UNTUK PEMUJAAN DAN TEMPAT MEMINTA KESEMBUHAN BAGI ORANG YG SAKIT YANG DIBANTU SEORANG PRIEST PHYSICIAN (DUKUN)
  1. 3.       KETABIBAN (+ 14 ABAD SEBELUM MASEHI)
  • PADA MASA ITU PERAWATAN MASIH DILAKUKAN DENGAN TEKNOLOGI YANG SEDIKIT LEBIH MAJU.
  • PEMBALUTAN (PEMBIDAIAN), HIGIENE UMUM DAN ANATOMI MANUSIA TELAH CUKUP DIKENAL.
  • KETABIBAN BERKEMBANG DI INDIA, MESIR, YAHUDI , TIONGKOK DAN ROMA

4.     DIAKONES DAN PHILANTROP ( + 400 SM)

  • PERKEMBANGAN KEPERAWATAN  DIIRINGI DENGAN PERKEMBANGAN AGAMA NASRANI TERUS BERUBAH DENGAN ADANYA DIAKONES (KLP WANITA TUA DAN JANDA YG MEMBANTU PENDETA DALAM MERAWAT ORANG SAKIT) DAN PHILANTROP (KLP KASIH SAYANG YG ANGGOTANYA MENJAUHKAN DIRI DARI KERAMAIAN DUNIA DAN HIDUPNYA DITUJUKAN UNTUK PERAWATAN ORANG SAKIT) SHG BERKEMBANGLAH RUMAH-RUMAH PERAWATAN.
  • RUMAH SAKIT DI ROMA SEPERTI MONASTIC HOSPITAL, YG BERFUNGSI TEMPAT MERAWAT ORANG SAKIT, ORANG CACAT, MISKIN DAN YATIM PIATU.

5.     PENGARUH PENYEBARAN AGAMA ISLAM

  • PERKEMBANGAN AGAMA ISLAM PADA TAHUN 632 MASEHI MENGIRINGI KEMAJUAN PERKEMBANGAN KEPERAWATAN TERUTAMA DI ASIA KHUSUSNYA TIMUR TENGAH. PADA SAAT ITU NABI MUHAMMAD SAW MENGALAMI KEBERHASILAN MENYEBARKAN ISLAM DENGAN DIIKUTI PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI SEPERTI ILMU PASTI, KIMIA, KESEHATAN DAN OBAT-OBATAN SEBAGAIMANA DALAM ALQUR’AN TENTANG PENTINGNYA MENJAGA KEBERSIHAN.
  • TOKOH KEPERAWATAN PADA MASA ITU ADALAH RUFAIDAH YANG BERTUGAS MEMBANTU KORBAN PERANG TENTARA ISLAM.

6.     PERAWAT-PERAWAT TERDIDIK (600-1583)

  • BERDIRINYA BERBAGAI INSTITUSI DAN LEMBAGA YANG MENDIDIK INDIVIDU MENJADI SEORANG PERAWAT DI HOTEL DIEN AND LION (PERANCIS) YG KMD MJD RS TERBESAR DAN TERLENGKAP DI PERANCIS.
  • TENAGA TERDIDIK DISELEKSI DARI ROHANIAWANYG MELAKUKAN PERAWATAN TERHADAP ORNG SAKIT YANG DISEBUT “ORANG SUCI DAN ORANG TOBAT” ROHANIAWAN TERKENAL SAAT ITU SAINT FRANCISCUS DARI ASISI ITALIA (1182-1226) SEORANG YANG MERAWAT PENDERITA PENYAKIT LEPRA (KUSTA) SUATU PENYAKIT YG
  • PADA SAAT ITU DIANGGAP SEBAGAI SAMPAH MASYARAKAT DAN HIDUP BERSAMA DENGANJ MEREKA DI PENGASINGAN,

7. PERIODE AWAL PERAWAT PROFESIONAL (ABAD 18 DAN 19)

  • FLORENCE NIGHTINGALE (1820-1910) SEORANG WANITA YG BERPERAN PENTING DALAM PERKEMBANGAN KEPERAWATAN. PENDIDIKANNYA DIMULAI DI KAISER WERTH, PARIS PADA TAHUN 1850 IA KEMUDIAN MENGEPALAI INSTITUT ESTABLISHMENT FOR GENTLE WOMEN DURING ILLNES YANG KEMUDIAN BERUBAH MJD KING COLLEGE HOSPITAL
  • FLORENCE MENGAWALI PROFESI PERAWAT DIAWALI DENGAN MEMBANTU KORBAN PERANG KRIM (1854-1856) ANTAR ROMA DAN TURKI YANG DIRAWAT DI SEBUAH BARAK (SCUTORI) YANG BERKAPASITAS 1700 TEMPAT TIDUR DENGAN SARANA YG MASIH TERBATAS. BERKAT PERAWATAN YANG INTENSIV ANGKA KEMATIAN MENURUN DRASTIS DARI 41 % MJD 2 % DALAM WAKTU 6 BULAN
  • FLORENCE MENDIRIKAN RS THOMAS DI LONDON DANSEKOLAH PERAWATAN DG NAMA NIGHTINGALE NURSING SCHOOL.
  • MODEL SEKOLAH NIGHTINGALE SEBAGAI BERIKUT

ü  PEMBUATAN KEBIJAKAN DIBIDANG KEPERAWATAN BEBAS DILAKUKAN OLEH KEPALA PERAWAT

ü  SARANA BERUPA ASRAMA BAGI PESERTA DIDIK DIKEPALAI OLEH SEORANG PERAWAT

ü  MENGUTAMAKAN PROSES BELAJAR MENGAJAR DIDALAM KELAS

ü  TANGGUNG JAWAB BIMBINGAN TERHADAP PESERTA DIDIK DI LAHAN PRKTIK DIBERIKAN KEPADA KEPALA BANGSAL

  • FLORENCE NIGHTINGALE MENYELANGGARAKAN KEGIATAN DALAM RANGKA PENGEMBANGAN KEPERAWATAN

ü  MEMBUAT BUKU CATATAN PERAWAT YANG MEMUAT DASAR-DASAR KEPERAWATAN BAGI PENDIDIKAN KEPERAWATAN

ü  MENULIS BERBAGAI BUKU TENTANG ILMU KEPERWATAN

ü  MENGADAKAN LATIHAN P3K DAN PAKLANG MERAH UNTUK PARA PRAJURIT

ü  MEMPERBAIKI PRAKTIK KEPERAWTAN DI BEBERAPA RUMAH SAKIT DI INGGRIS

ü  MENYELENGARAKAN KEGIATAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESEHATAN MASYARAKAT DAN PERAWAT KESEHATAN MASYARAKAT

ü  MENDIRIKAN HIMPUNAN PERAWAT NASIONAL INGGRIS (BRITISH NURSES ASSOCIATION) PADA TAHUN 1887 YANG NERUPAKAN PERKUMPULAN PERAWAT PERTAMA DI DUNIA

ü  MENDIRIKAN HIMPUNAN PERAWAT-PERAWAT KEPALA DI SELURUH INGGRIS YANG DISEBUT MATRON COUNCIL OF NURSING PADA TAHUN 1894. PERKUMPULAN INI MENJADI SEMAKIN KUAT SEHINGGA PEMERINTAH INGGRIS MENETAPKANNYA SEBAGAI PROFESIONAL FREEDOM YANG KEMUDIAN DIUNDANG-UNDANGKAN PADA TAHU 1919.

8.     PERIODE PERANG DUNIA KE 2

  • ADANYA TEKANAN BAGI DUNIA PENGETAHUAN DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI AKIBAT PENDERITAAN YG PANJANG SEHINGGA PERLU MENINGKATKAN DIRI DALAM TINDAKAN PERAWATMENGINGAT PENYAKIT DAN KORBAN PERANG BERANEKA RAGAM.
  1. 9.       ZAMAN PASCA PERANG DUNIA KE-2
  • PENDERITAN YG BERKEPANJANGAN DAN TUNTUTAN PERAWAT UNTUK MENINGKATKAN MASYARAKAT SEJAHTERA SEMAKIN MENINGKAT. CONTOH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI AMERIKA

ü  KESADARAN MASYARAKAT AKAN  PENTINGNYA KESEHATAN

ü  PERTUMBUHAN PENDUDUK YANG RELATIF TINGGI SHG MENIMBULKAN MASALAH BARU DLM PELY. KESH.

ü  PERTUMBUHAN EKONOMI YG MEMPENGARUHI POLA TINGKAH LAKU INDIVIDU

ü  PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI KEDOKTERAN

  1. PENEMUAN OBAT-OBATAN ATAU CARA MEMBERIKAN PENYEMBUHAN
  2. UPAYA-UPAYA DALAM TINDAKAN PELAYANAN KESEHATAN SEPERTI PELAYANAN KURATIF, PREVENTIF DAN PROMOTIF
  3. KEBIJAKAN NEGARA TENTANG SEKOLAH PERAWAT

ü  KEPRAWATAN YANG BERSIFAT INDIVIDU BERGESER KEEARAH PEKERJAAN YG BERSIFAT TIM.

ü  1958 PERAWAT DIAKUI SEBAGI SUATU PROFESI SHG TERJADI PERHATIAN DALAM PEMBERIAN PENGHARGAAN PADA PERAWAT ATAS TANGGUNG JAWABNYA DALAM TUGAS

  1. 10.    PERIODE TAHUN 1950.
  • TERJADI PERKRMBANGAN KHUSUSNYA PENETAAN PADA SISTEM PENDIDIKAN SETINGKAT MASTER DAN DOKTORAL.
  • PENERAPAN  PROSES KEPERAWATAN YAITU YANG DIMULAI DENGAN PENGKAJIAN, DIAGNOSA KEPERWATAN, PERENCANAAN, PELAKSANAAN DAN EVALUASI.

 

SEJARAH KEPERAWATAN DI INDONESIA

MASA SEBELUM KEMERDEKAAN

1.     PENJAGA ORANG SAKIT (ZIEKEN OPPASSER)

  • SEBELUM VOC (1602-1799) KEPERAWATAN DI INDONESIA MASIH BERSIFAT TRADISIONAL (BERDASARKAN NALURI DAN BERHUBUNGAN DENGAN DUKUN DAN ROH)
  • 1799 RS BINNEN HOSPITAL DIDIRIKAN DI JAKARTA TENAGA PERAWAT DARI PRIBUMI YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS PERAWATAN KUSTODIALPASEN (BED-SIDECARE) DIBAGI MENJADI 2 KEPALA BANGSAL (BINNEN VADERS/ZIEKEN VADERS) DAN PENJAGA ORANG SAKIT/JURU PERAWAT (ZIEKEN OPPASER)
  • 1800 VOC BUBAR GANTI BELANDA KONDISI KESEHATAN MEROSOT 1808 DIBAWAH PEMERINTAHAN GUBERNUR JENDERAL HW DAENDELS (1762-1818) DIBANGUN RUMAH SAKIT DI BANDUNG, SEMRANG, SURABAYA DAN BEBERAPA RUMAH SAKIT KECIL  DI GATNIZUN . SDH ADA SISTEM RUJUKAN,  PENGELOMPOKAN PASIEN SESUAI DENGAN PENYAKITNYA DAN SANITASI RUMAH SAKIT, .TENAGA KESEHATAN DIBAGI DALAM TIGA KELAS YAITU SATU, DUA DAN TIGA SERTA DIBERI PANGKAT MILITER.
  • 1811-1817 PENJAJAHAN INGGRIS USAHA UNTUK MENDIDIK TENAGA KESEHATAN TERUTAMA BAGI KAUM PRIBUMI MENJADI PERHATIAN BESAR. 1851 DIDIRIKAN SEKOLAH KEDOKTERAN UNTUK PRIBUMI SCHOOL VOOR INLANDSCHE GAMEISKUNDIGEN KEMUDIAN BERUBAH MENJADI STOVIA DAN SEKOLAH BIDAN SCHOOL VOOR INLANDSCHE VROEDRUUVEN
  1. 2.       MODEL KEPERAWTAN VOKASIONAL AWAL ABAD 19

1819 RS STADSVERBAND ( JAKARTA ) KEMUDIAN PINDAH KE SALEMBA 1919 MENJADI RSCM DENGAN DATANG NYA MISI KEDOKTERAN DIMULAILAH PEKERJAAN VOKASIONAL BAGI TENAGA PERAT PADA RUMAH SAKIT MISIONARIS YANG DIAWALI DENGAN MEMBERIKAN PELATIHAN SEBAGI BAGIAN DARI KEPERAWATAN NONFORMAL

  1. 4.       MODEL KEPERAWATAN KURATIF

1920 VOKASIONAL BERUBAH MENJADI KURATIF SAAT MASA PENJAJAHAN INGGRIS (RAFLES)

        MEREKA MEMPERHATIKAN KESEHATAN RAKYAT DENGAN MOTTO KESEHATAN MILIK

  • PENCACARAN SECARA UMUM
  • MEMEBENAHI CARA PERAWATAN PASIEN DENGAN GANGGUAN JIWA
  • MEMPERHATIKAN KESEHATAN PARA TAWANAN

MANTRI CACAR SEBUTAN TENAGA PERAWAT YG DITUGASKAN MELAKSANAKAN VAKSINASI DI DESA SEDANG TENAGA PERAWAT YG LEBIH SENIOR DISEBUT VERPLEGER

5.     KEPERAWATAN SEMI PROFESIONAL

        PENDIDIKAN KHUSUS KEPERAWATAN DENGAN SISTEM MAGANG BAGI LULUSAN SEKOLAH DASAR SELAMA 4 TAHUN

6.     KEPERAWATAN PREVENTIF

  • 1925 PEMERINTAH BELANDA PADA WAKTU ITU MENGANGGAP BAHWA SANITSI DAN PENYULUHAN KESEHATAN SANGAT PENTING UNTUK MENCEGAH TERJADINYA WABAH SUATU PENYAKIT
  • DI PURWOKERTO DIDIRIKAN LEMBAGA PELAYANAN KESEHATAN (DIENSTDER VOLKS GEZONDHEID) DAN SEKOLAH MANTRI KESEHATAN PADA TAHUN 1937
  • MASA PENJAJAHAN JEPANG PADA TAHUN 1942-1945 TERJADI KEKALAHAN TENTARA SEKUTU DAN KEDATANGAN TENTARA JEPANG MENGAKIBATKAN PERKEMBANGAN KEPERAWATAN MENGALAMI KEMUNDURAN.

7.     MENUJU PELAYANAN KEPERAWATAN PROFESIONAL

  • 1945 PELAYANAN KEPERAWATAN DI INDONESIA BERKEMBANG KEARAH PELAYANAN KEP[ERAWATAN PROFESIONAL. SEKOLAH PENGATUR RAWATA DAN SEKOLAH BIDAN DIDIRIKAN
  • 1949 RUMAH SAKIT DAN BALAI PENGOBATAN BANYAK DIDIRIKAN
  • 1952 SEKOLAH PERAWAT DIDIRIKAN
  • 1962 DIBUKA PENDIDIKAN SETARA DIPLOMA
  • 1974 DIBENTUK PERSATUAN PERAWAT NASIONAL INDONESIA DARI REUNI SEKOLAH GURU PERAWAT, GURU BIDAN DAN PEMELIHARA KESEHATAN MASYARAKAT PADA TH 1967 DI BANDUNG

8.     KEPERAWATAN PROFESIONAL DI INDONESIA

  • 1983 LOKAKARYA NASIONAL KEPERAWATAN YANG DISELENGGARAKAN DEPDIKBUD, DEPKESRI DAN DPP PPNI TELAH DITETAPKAN MENGENAI TUGAS DAN FUNGSI PERAWAT
  • 1985 DIBUKA PENDIDIKAN SETARA SARJANA DI UI ( PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
  • 1992 MELALUI UU NO 23 TENTANG KESEHATAN MAKA KEBERADAAN, PROFESIONALISASI, DAN BADAN ILMU KEPERAWATAN TELAH DIAKUI OLEH PEMERINTAH. DENGAN PENGAKUAN INI KEPERAWATAN DAPAT BERKEMBANG SAMPAI KE JENJANG S 3.

 

PERTUMBUHAN PROFESIONALISME KEPERAWATAN

a)       PENATAAN PENDIDIKAN KEPERAWATAN

b)       PENATAAN PRAKTEK KEPERAWATAN

c)       PENATAAN PENDIDIKAN BERLANJUT.

d)       PENATAAN ORGANISASI PROFESI KEPERAWATAN

e)       PENATAAN LINGKUNGAN UNTUK PERKEMBANGAN KEPERAWATAN

a)       PENATAAN PENDIDIKAN KEPERAWATAN

  • MENETAPKAN JENJANG DAN JENIS PENDIDIKAN
  • PENGENDALIAN DAN PEMBINAAN  PENDIDIKAN.
  • PENGEMBANGAN LAHAN PRAKTEK DG MEMBENTUK KOMUNITAS KEPERAWATAN
  • PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN STAF AKADEMIS MENUJU TERBENTUKNYA MASYARAKAT AKADEMIS PROFESIONAL.

b)       PENATAAN PRAKTEK  KEPERAWATAN

  • PENEGEMBANGAN DAN PEMBINAAN PELAYANAN ASKEP SECARA PROFESIONAL
  • PENYUSUNAN DAN PEMBERLAKUAN STANDAR PRAKTEK KEPERAWATAN
  • PENERAPAN MODEL ASKEP SECARA PROFESIONAL DG MEMPERHATIKAN KODE ETIK.

c)       PENATAAN PENDIDIKAN BERLANJUT

  • PENGEMBANGAN POLA PENDIDIKAN BERKELANJUTAN.
  • PENYUSUNAN PROGRAM  PENDIDIKAN BERKELANJUTAN.
  • PENGEMBANGAN KEMAMPUAN DALAM MELAKSANAKAN PENDIDIKAN KEPERAWATAN

d)       PENATAAN ORGANISASI PROFESI KEPERAWATAN

  • PEMBINAAN ORGANISASI PROFESI KEPERAWATAN
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN ORGANISASI PROFESI KEPERAWATAN

e)       PENATAAN LINGKUNGAN UNTUK PERKEMBANGAN KEPERAWATAN

  • MELAKSANAKAN DESIMINASI PENGERTIAN TENTANG KEPERAWATAN PROFESIONAL.
  • MENCIPTAKAN KESEMPATAN BAGI PROFESI KEPERAWATAN DENGAN SIKAP PROFESIONAL
  • MEMBERLAKUKAN UNDANG2 DALAM PEMNERAPAN PRAKTEK KEPERAWATAN PROFESIONAL
  • MEMBERIKAN KEPERCAYAAN PD MASYARAKAT MELAKSANAKAN PROGRAM PRAKTEK KEPERAWATAN

 PERAN DAN FUNGSI PERAWAT

PERAN PERAWAT CHS 1989

PERAN ADALAH TINGKAH LAKU YANG DIHARAPKAN OLEH SESEORANG TERHADAP ORANG LAIN (DALAM HAL INI ADALAH PERAWAT) UNTUK BERPROSES DALAM SISTEM SEBAGAI BERIKUT :

  1. PEMBERI ASUHAN KEPERAWATAN
  2. PEMBELA KLIEN.
  3. PENDIDIK TENAGA PERAWAT DAN MASYARAKAT
  4. KOORDINATOR DALAM PELAYANAN KLIEN
  5. KOLABORATOR DALAM MEMBINA KERJA SAMA DENGAN PROFESI LAIN DAN SEJAWAT
  6. KONSULTAN/PENASIHAT PADA TENAGA KERJA DAN KLIEN
  7. PEMBAHARU SISTEM, METODOLOGI DAN SIKAP.

PERAN PERAWAT (LOKAKARYA NASIONAL 1983)

  1. PELAKSANA PELAYANAN KEPERAWATAN
  2. PENGELOLA PELAYANAN KEPERAWTAN DAN INSTITUSI PENDIDIKAN
  3. PENDIDIK DALAM KEPERAWATAN
  4. PENELITI DAN PENGEMBANG KEPERAWATAN

PERAN PERAWAT MENURUT PARA SOSIOLOG

  1. PERAN TERAPEUTIK : KEGIATAN YANG DITUJUKAN LANGSUNG PADA PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN PENYAKIT.
  2. EXPRESSIVE/MOTHER SUBSTITUTE ROLE : YAITU KEGIATAN YANG BERSIFAT LANGSUNG DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN DIMANA KLIEN MERASA AMAN, DITERIMA, DILINDUNGI, DIRAWAT, DAN DIDUKUNG OLEH PERAWAT. MENURUT JOHNSON DAN MARTIN, PERAN INI BERTUJUAN UNTUK MENGHILANGKAN KETEGANGAN DALAM KELOMPOK PELAYANAN (DOKTER, PERAWAT, DAN LAIN-LAIN)

PERAN PERAWAT MENURUT SCHULMAN

SCHULMAN BERPENDAPAT HUBUNGAN ANTARA PERAWAT DENGAN KLIEN SPT IBU DENGAN ANAK ANTARA LAIN

  1. HUBUNGAN INTERPERSONAL DISERTAI DENGAN KELEMBUTAN HATI DAN RASA KASIH SAYANG
  2. MELINDUNGI DARI ANCAMAN BAHAYA
  3. MEMBERI RASA AMAN DAN NYAMAN
  4. MEMBERI DORONGAN UNTUK MANDIRI.

FUNGSI PERAWAT

  1. INDEPENDEN : MANDIRI TIDAK TERGANTUNG PADA PROFESI LAIN
  2. DEPENDEN : DALAM MELAKSANAKAN TUGAS ATAS PESAN ATAU INSTRUKSI DARI PERAWAT LAIN / SENIOR.
  3. INTERDEPENDEN : SALING KETERGANTUNGAN DALAM SATU TIM .

TUJUH FUNGSI PERAWAT MENURUT PHANEUF 1972

  1. MELAKSANAKAN INSTRUKSI DOKTER (FUNGSI DEPENDEN)
  2. OBSERVASI GEJALA DAN RESPON PASIEN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT DAN PENYEBABNYA
  3. MEMATAU PASIEN, MEYUSUN, DAN MEMPERBAIKI RENCANA KEPERAWATAN SECARA TERUS-MENERUS BERDASARKAN PADA KONDISI DAN KEMAMPUAN KLIEN
  4. SUPERVISI SEMUA PIHAK YANG IKUT TERLIBAT DALAM PERAWATAN KLIEN
  5. MENCATAT DAN MELAPORKAN KEADAAN KLIEN
  6. MELAKSANAKAN PROSEDUR DAN TEKNIK KEPERAWATAN
  7. MEMBERIKAN PENGARAHAN DAN PENYULUHAN UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN FISIK DAN MENTAL

FUNGSI PERAWAT (PK ST. CAROLUS 1983)

  1. FUNGSI POKOK : MEMBANTU INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT SECARA MANDIRI
  2. FUNGSI TAMBAHAN : MEMBANTU INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN PENGOBATAN YANG DITENTUKAN DOKTER
  3. FUNGSI KOLABORATIF : SEBAGAI ANGGOTA TIM KESEHATAN
About these ads